Samsung Kembangkan Alat Diagnosis Kesehatan Mental dengan Virtual Reality - rumahsakitNews - Indonesia's Health Care News

Samsung Kembangkan Alat Diagnosis Kesehatan Mental dengan Virtual Reality

Penandatanganan kerja sama Samsung, GSH dan FNI.
JAKARTA, RS- Samsung Electronics bekerja sama dengan Gangnam Severance Hospital dan FNI, pembuat konten virtual reality (VR) menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan alat diagnosis kesehatan mental yang menggunakan VR.

Raksasa teknologi membangun program tersebut, dengan tujuan untuk mengkomersilkan alat itu pada tahun 2018 di rumah sakit, pusat demensia, dan sekolah, sebelum dikembangkan ke pasar yang lebih luas di kemudian hari.

Ketiga perusahaan tersebut, seperti dikutip zdnet.com, Selasa (5/9/2017), akan menggunakan headset Gear VR milik Samsung, teknologi pengembangan konten VR FNI, dan data medis rumah sakit untuk membuat program.

Fokus perhatian kerja sama ini adalah untuk terapi perilaku kognitif bagi pencegahan bunuh diri dan penilaian psikologis.

Perusahaan akan membuat kursi dan alat diagnosa sebagai produk fisik dan akan mengembangkan aplikasi untuk digunakan dalam penilaian psikologis dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).

Samsung akan menggunakan headset Gear VR, smartwatch S3 Gear S3, aplikasi S Health, dan asisten virtual berbasis AI Bixby untuk pengembangannya.

Organisasi di seluruh dunia semakin banyak menggunakan VR untuk perawatan kesehatan. Tahun lalu, Build VR meluncurkan unit Solis VR mereka untuk rumah sakit Australia. Handset Gear VR mereka menampilkan skenario video yang mencoba memicu emosi positif bagi pasien demensia.

Petugas kesehatan Australia Medibank juga meluncurkan pengalaman VR yang mendalam untuk rumah sakit Australia di Google Daydream View, bekerja sama dengan sekelompok ahli neuropsikologi di Liminal yang berbasis di Melbourne.

Pengalaman "Joy" mereka, yang sepenuhnya dirancang dalam 3D menggunakan Google's Tilt Brush, memberi pasien rumah sakit pengalaman virtual untuk mencoba menghilangkan kesepian dan isolasi, terutama untuk pasien yang tinggal lama dengan mobilitas terbatas. (rs-2)

Tidak ada komentar:

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Diberdayakan oleh Blogger.