Jemaah Haji Diimbau Hindari Sengatan Panas Saat Wukuf

JAKARTA, JO- Jemaah haji Indonesia diimbau untuk menghindari sengatan panas (heat stroke) saat melaksanakan wukuf di Arofah, sebab kondisi terpapar matahari dalam waktu yang sama akan membahayakan para jemaah.

Seperti disampaikan Neni Briyanto, salah satu petugas kesehatan haji tahun lalu menceritakan, dirinya harus bersusah payah mengingatkan jemaah yang mempunyai pemahanan berdoa di atas ketinggian akan lebih terkabul.

'Setelah kami membujuk dan menjelaskan dengan persuasif, akhirnya semua jemaah bersedia berdoa dalam tenda,' kata Neni seperti dikutip dari laman Kemenkes RI, depkes.go.id, hari ini.

Untuk menghindari terjadinya heat stroke ini, Kementerian Kesehatan telah membentuk Tim Promotif dan Preventif memberi penjelasan kepada jemaah haji saat wukuf di Arofah. Tim ini di antaranya membekali diri dengan semprotan air, untuk mengurangi sengatan panas bagi jemaah haji.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada musim haji Tahun 2017, suhu udara di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40-44 derajat celcius. Suhu setinggi ini akan menyebabkan terjadinya heat stroke. Stroke akibat suhu udara yang sangat panas. Mereka yang terkena heat stroke akan mengalami suhu tubuh panas, kejang kejang, denyut jantung cepat, pusing yang berlebihan dan frekuensi napas yang sangat cepat.

Menurut Kepala Pusat Haji Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dr dr Eka Yusuf Singka, MSc, kondisi heat stroke sering terjadi pada saat terpapar matahari dalam waktu yang lama. Sebagian besar hal ini terjadi pada saat menunaikan ibadah Armina (Arofah dan Mina). Apalagi 61 persen jemaah haji Indonesia sudah lanjut usia dan berisiko tinggi, sehingga lebih rentan terkena dehidrasi. Mereka akan kekurangan cairan yang berat.

Menurut Kapuskes Haji, untuk mencegah terjadi heat stroke, jemaah haji agar melakukan pencegahan sebagai berikut:

1. Minum air setiap 2-3 jam, jangan menunggu haus.
2. Semprotkan air ke wajah dan bagian tubuh lainya yang terkena sinar matahari.
3. Gunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat.
4. Bagi yang berusia lanjut dan atau memiliki penyakit sebaiknya berpergian dengan pendamping.
5. Gunakan alas kaki, pakai payung dan penutup kepala jika bepergian.

(jo-2)

Share this:

Posting Komentar

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

 
Copyright © RumahSakit.Co - Indonesia's Hospital News. Designed by OddThemes