Cairan Rokok Elektrik Dikira Permen, Anak Usia 9 Tahun Masuk Rumah Sakit

JAKARTA, RS- Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi cairan rokok elektrik (e-cigarette) secara tidak disengaja. Gadis itu mengira tabung berwarna ungu itu yang bergambar Unicorn sebagai permen dan mengonsumsinya.

Orang tua si anak kemudian melarikannya ke rumah sakit di Brunswick, Kanada, setelah mengeluh sakit perut, pusing, dan nyeri di dadanya, menurut ibu si anak, Leah L'Hoir.

Seperti dikutip Techtimes.com, 1 Juni 2017 ini, botol cairan itu ditandai dengan warna pelangi dan unicorn, dan diberi nama "Susu Unicorn". Kasus ini menjadi peringatan agar produsen produk itu memberikan peringatan yang ramah anak dengan memberikan label produk untuk dewasa, seperti rokok, alkohol dan lainnya.

Leah L'Hoir menyatakan bahwa anak perempuannya dan beberapa temannya menemukan botol berwarna cerah yang berisi cairan di taman bermain Fredericton. L'Hoir kemudian terkejut melihat penggunaan citra unicorn yang terang-terangan dan warna ungu pada labelnya, yang keduanya diketahui menarik anak-anak kecil ke benda itu.

Anak berusia 9 tahun itu mengira cairan itu semacam permen dan ditelan. Tidak hanya anak itu yang menderita akibat kejadian tersebut, L'Hoir juga harus bertahan malam tanpa tidur.

Sebuah peraturan baru diperkenalkan sebelum kejadian ini. RUU tersebut berusaha melarang penggunaan label yang mungkin menarik bagi anak-anak. Undang-undang tersebut juga bermaksud untuk menghentikan perusahaan menggunakan hewan fiksi sebagai bentuk dukungan produk. Undang-undang ini baru saja mengalami pembacaan ketiga di depan Senat.

Jika undang-undang baru disahkan, Senat juga akan melarang produk vaping yang mengandung "penampilan, bentuk atau atribut sensoris lainnya atau fungsi yang memiliki alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa produk tersebut dapat membuat produk tersebut menarik bagi orang muda."

Trevor Bostick, penjual dan produsen cairan vinyorn Milk vapor di New Beginnings Vap, Fredericton mengungkapkan bahwa dia merasa sedih setelah mendengar bagaimana salah satu produknya membuat anak kecil menderita dan harus dirawat di rumah sakit.

Bostick mengatakan bahwa desain labelnya sangat disayangkan, namun ternyata tidak diciptakan untuk menarik perhatian anak-anak. Dia menambahkan bahwa tokonya tidak akan lagi memanfaatkan citra serupa, yang telah menarik anak berusia 9 tahun.

L'Hoir ingin undang-undang baru itu segera disahkan. Sang ibu mengaku bahwa dia akan mudah mengetahui bahwa pelabelan produk seperti ini tidak akan membahayakan anak-anak di masa depan. (rs-2)

Share this:

Posting Komentar

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

 
Copyright © RumahSakit.Co - Indonesia's Hospital News. Designed by OddThemes