Ingin Sukses Berhenti Merokok? Hubungi 0-800-177-6565 Bebas Pulsa

JAKARTA, JO- Anda ingin berhenti merokok namun masih sering gagal? Kini Kementerian Kesehatan RI memberikan fasilitas bagi Anda yang serius ingin berhenti merokok dengan menghubungi Quit Line Berhenti Merokok yang dapat diakses melalui nomor telepon 0-800-177-6565 bebas pulsa pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB.

Layanan tersebut dapat membantu Anda yang ingin berhenti merokok tetapi memiliki keterbatasan akses dan waktu. Melalui komunikasi via telepon, klien yang ingin berhenti merokok dapat diberikan konseling dan bimbingan, serta rujukan jika sekiranya membutuhkan tindak lanjut. Layanan Quit Line Berhenti Merokok diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan klien yang ingin berhenti merokok dan akhirnya dapat menurunkan jumlah perokok di Indonesia.

Layanan ini diresmikan oleh Menkes Prof Dr dr Nila Farid Moeloek, Sp,M(K) pada sesi pembukaan gelaran The 4th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) di Gedung Balai Kartini Jakarta Selatan, Senin pagi (15/5).

"Melalui layanan ini klien mendapatkan informasi tentang bahaya rokok, cara untuk berhenti merokok dan hal-hal yang mendukung agar klien secara sukarela mau berhenti merokok," tutur Menkes.

Menurut press release Kemenkes, hasil survei The Global Youth Tobacco Survey Indonesia (GYTS) tahun 2014 menyatakan bahwa 88,2 persen anak sekolah ingin berhenti merokok dan 24 persen di antaranya pernah mendapatkan pertolongan/nasihat dari tenaga profesional untuk berhenti merokok.

Data Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) juga menyatakan bahwa hanya 5% dari mereka yang ingin berhenti merokok yang benar-benar berhasil berhenti merokok. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok salah satunya adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai cara untuk berhenti merokok.

Selain memperkuat implementasi kawasan tanpa rokok (KTR), Kementerian Kesehatan juga berupaya memperluas akses pelayanan bagi mereka yang telah terlanjur menjadi perokok untuk berhenti merokok dengan menyediakan layanan konseling upaya berhenti merokok di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan baik di layanan primer di Puskesmas, di klinik-klinik mandiri, sampai dengan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.

Penyediaan saluran konseling ini disebut sebuah terobosan dilakukan Kementerian Kesehatan karena selama ini mereka yang berkeinginan menghentikan kebiasaan merokok namun karena alasan tertentu belum datang ke fasilitas kesehatan.

Diharapkan, layanan tersebut dapat membantu mereka yang ingin berhenti merokok tetapi memiliki keterbatasan akses dan waktu. Melalui komunikasi via telepon, klien yang ingin berhenti merokok dapat diberikan konseling dan bimbingan, serta rujukan jika sekiranya membutuhkan tindak lanjut. Layanan Quit Line Berhenti Merokok diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan klien yang ingin berhenti merokok dan akhirnya dapat menurunkan jumlah perokok di Indonesia.

Quit Line Berhenti Merokok mulai didirikan sejak tahun 2016, kegiatan yang sudah dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas petugas yang akan melakukan konseling dan kampanye melalui media sosial. Soft launching Quit Line Berhenti Merokok di Indonesia dimulai sejak bulan Oktober tahun 2016. Selama soft lunching jumlah penelpon berkisar antara 10-15 penelpon/hari, dan mulai bulan April jumlah penelpon mulai meningkat.

Hasil evaluasi dari penelpon, yang berhasil berhenti merokok sekitar 30 persen, kemudian 68 persen masih dalam proses berupaya untuk berhenti merokok dan sekitar 2 persen sudah berhenti tetapi kembali merokok. Adapun alasan terbanyak klien untuk berhenti merokok dikarenakan kesehatan. (rs-2)

Share this:

Posting Komentar

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

 
Copyright © RumahSakit.Co - Indonesia's Hospital News. Designed by OddThemes