Aplikasi Startup Ini Memungkinkan Anda Menukar Obat yang Tidak Terpakai - rumahsakitNews - Indonesia's Health Care News

Aplikasi Startup Ini Memungkinkan Anda Menukar Obat yang Tidak Terpakai

JAKARTA, JO- Harga obat yang tinggi membuat banyak orang tidak mampu akhirnya gigit jari. Tapi di Senegal, ada aplikasi mobile gratis yang memampukan warga yang memiliki stok obat yang tidak terpakai untuk menukarkannya dan membantu masyarakat miskin untuk membayar obat mereka.

Aplikasi ini “Apotik Virtual” yang dibuat Adama Kane , memungkinkan pengguna untuk menukar obat yang tidak terpakai demi mengurangi pemborosan di satu sisi dan di sisi lain bisa membantu orang yang tidak mampu.

"Setiap orang memiliki sekotak obat yang tidak terpakai di lemari mereka," kata Kane kepada CNN. "Saya mulai memikirkan solusi untuk menghemat uang," katanya.

JokkoSanté, nama aplikasi mobile gratis yang diluncurkan Kane di Dakar, memungkinkan penduduk setempat yang membawa obat yang tidak terpakai ke apotek berlisensi dengan imbalan poin yang kemudian dapat mereka gunakan untuk resep masa depan.

Seperti dilansir CNN.com, 3 Mei 2017, tujuannya adalah untuk memberikan komunikasi antara mereka yang membutuhkan jenis obat tertentu namun tidak mampu membelinya, dengan mereka yang memiliki terlalu banyak.

Hanya 25 persen penduduk benua yang memiliki akses internet, sehingga layanan ini juga berjalan offline melalui pesan teks SMS atau "kode cepat" yang disebut sebagai USSDs (Unstructured Supplementary Service Data). Warga hanya mendaftar ke aplikasi menggunakan nomor ponsel mereka.

Menurut Kane, sejak diluncurkan dua tahun lalu, aplikasi tersebut telah menukar obat senilai $ 4.000 dan mendapatkan 1.500 anggota aktif.

Pria berusia 43 tahun itu mengatakan ide ini berawal dari kekagetannya dengan banyaknya obat yang tidak terpakai saat istrinya terbaring di rumah terkait persoalan vertilitas atau kesuburan. Mereka menghabiskan enam tahun untuk memiliki bayi tapi menghadapi tragedi keguguran yang terus berlanjut.

Pada tahun 2013 ketika putra pertama mereka, Legré, lahir, Kane menyadari bahwa dia dan istrinya telah mengumpulkan setumpuk paket pengobatan yang belum dibuka seperti Asam Folat.

"Saya tinggal di Afrika (melihat) orang-orang sekarat hanya karena mereka tidak punya cukup uang untuk membeli obat-obatan dan saya berada di rumah dengan banyak kotak yang belum dibuka," kenang Kane. "Kukatakan pada diriku sendiri bahwa sekarang aku harus mencari solusinya."

Jawabannya atas masalah global ini diluncurkan pada tahun 2015 dan mengacu pada latar belakangnya dalam rekayasa telekomunikasi. “Saya ingin "menciptakan ekonomi melingkar," katanya.

Dalam dialek lokal, Wolof, 'Jokko' diterjemahkan sebagai komunikasi dan Sante, dalam bahasa Perancis, berarti kesehatan.

Hampir empat ton obat palsu dihancurkan oleh pihak berwenang di Dakar pada tahun 2015. PKL informal menambah masalah. Aplikasi seperti Kane memberi insentif untuk membeli dari apotek.

Hampir empat ton obat palsu dihancurkan oleh pihak berwenang di Dakar pada tahun 2015. Para PKL informal yang ada di jalanan juga menambah masalah. Aplikasi Kane ini memberi insentif untuk membeli dari apotek.

Sejak diluncurkan, timnya telah melebar jauh dari konsep aslinya. Orang-orang Afrika di luar negeri sering menggunakan operator transfer untuk mengirim uang ke rumah. Poin pembelian
didasarkan pada gagasan ini, dengan pengguna di luar negeri memiliki opsi untuk mengirim poin ke keluarga dan teman di Senegal untuk digunakan pada pengobatan, bukan uang.

Karena aplikasi ini gratis untuk anggota, perusahaan menghasilkan uang melalui komisi lima persen untuk sumbangan CSR perusahaan. Perusahaan chip biru bisa membeli poin untuk orang yang membutuhkan.

Misalnya, mitra dapat menyumbangkan poin ke demografi tertentu, jelas Kane, seperti anak-anak berusia antara 0 dan 15 tahun yang orang tuanya tidak mampu membayar obat yang telah diresepkan oleh dokter.

Tapi ada keterbatasan aplikasi. Layanan ini sangat bergantung pada apotek yang menggunakan obat sensitif yang tidak dapat diterima misalnya yang secara khusus diberikan untuk seseorang. Kane dan timnya bekerja dengan kementerian kesehatan Senegal, katanya, dan sejauh ini "kami belum menemukan masalah dengan peraturan." (jo-3)

Tidak ada komentar:

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Diberdayakan oleh Blogger.