Ini Dia Tips Pengobatan Diabetes Mellitus

Prof dr WH Sibuea
JAKARTA, RS- Bersamaan waktunya dengan perayaan HUT ke-35 RS Tebet, Jakarta, Prof dr WH Sibuea, yang juga adalah pendiri RS ini, meluncurkan buku “Perencanaan Makan Pasien Diabetes dengan Sistem Unit”.

Peringatan HUT ke-35 itu berlangsungsung pada Senin (3/4/2017) lalu di RS yang terletak di Jalan MT Haryono Kav 13 No8, Tebet, Jakarta Selatan itu.

Prof dr WH Sibuea kepada wartawan mengatakan, ada empat prinsip pengobatan diabetes mellitus, yakni: edukasi, diet, olah raga dan obat.

Dengan edukasi, katanya, para diabetisi dapat mengetahui seluk beluk penyakitnya, termasuk komplikasi yang harus dihindari. Selain itu, dengan edukasi diabetisi mendapat pengertian tentang pentingnya melaksanakan perencanaan makanan, olahraga yang teratur dan minum obat sesuai dengan petunjuk dokter.

Untuk diet, menurut Prof Sibuea, perencanaan makanan merupakan satu bagian penting dalam rencana pengobatan diabetes, karena akan membantu mencapai sasaran kadar glukosa, kadar kolestrol dan tekanan darah yang mendekati normal.

“Dengan pengaturan makan berat badan bisa dijaga menjadi normal karena berat badan lebih atau obesitas akan mengakibatkan kadar glukosa darah tetap tinggi dan mengakibatkan berbagai komplikasi diabetes lainnya.

Untuk olahraga, menurutnya, olah raga yang teratur diperlukan untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah, kolestrol, tekanan darah tinggi,menurunkan berat badan, melebarkan pembuluh darah di kaki dan jantung sehingga mengurani risiko amputasi kaki dan serangan jantung coroner.

Selain itu, olah raga juga memperkuat jantung, otot dan tulang, menghilangkan stress, menyebabkan insulin bekerja lebih baik, serta membuat kondisi tubuh menjadi stabil, tidak mudah jatuh dan menambah oksigen ke otak sehingga merasa lebih segar dan cerdas.

“Jenis olahraga yang dianjurkan adalah gerak jalan cepat, teratur 4 kali seminggu, target 20-25 km/minggu dengan kecepatan 1 km/ 8-9 menit. Olah raga dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi pasien,” katanya.

Terkait obat, jika olah raga dan perencaan makan masih belum dapat menurunkan glukosa darah, maka perlu digunakan obat penurun glukosa darah (obat hipoglikemik). Obat ini dapat berbentuk tablet untuk konsumsi oral atau suntikan insulin.(rs-2)

Share this:

Posting Komentar

Rumahsakit.co tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

 
Copyright © RumahSakit.Co - Indonesia's Hospital News. Designed by OddThemes